Situasi Kroasia Setelah Diguncang Gempa Kuat

Menurut Pusat Seismologi Eropa-Mediterania, gempa tersebut yang terbesar melanda Kroasia pada 2020.

Reruntuhan bangunan akibat gempa di Petrinja, Kroasia.@cnn.com

BNOW ~ Sedikitnya tujuh orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter melanda Kroasia tengah pada Selasa.

Perdana Menteri Andrej Plenkovic memperkirakan jumlah korban tewas akan meningkat. Dia mengimbau warga tidak pergi ke kota yang terkena dampak terparah seperti Petrinja di dekat pusat gempa.

“Kami memiliki indikasi angka ini mungkin lebih tinggi, jadi kami akan menunggu dan melihat laporan resmi polisi.”

Relawan dibantu militer menggali puing-puing di beberapa kota untuk mencari korban yang mungkin tertimbun reruntuhan bangunan.

“Sekarang, di sekitar kota Glina kami memiliki lima korban jiwa. Bersama dengan seorang gadis (12 tahun) dari Petrinja, semuanya ada enam orang yang tewas,” ujar Wakil Perdana Menteri Tomo Medved saat mengunjungi Glina.

Kantor berita negara, Hina, mengutip keterangan petugas pemadam kebakaran melaporkan korban ketujuh telah ditemukan di reruntuhan sebuah gereja di desa Zazina.

Polisi mengatakan sedikitnya 20 orang terluka ringan dan enam lainnya luka parah dalam gempa itu.

Petrinja Penuh Puing

Jalan-jalan di kota Petrinja penuh puing. Banyak bangunan runtuh di kota berpenduduk sekitar 25 ribu orang tersebut.

Tangisan terdengar dari bawah rumah yang hancur. Seorang wanita ditemukan hidup sekitar empat jam setelah gempa. Petugas menggunakan anjing penyelamat untuk melacak korban, sementara anggota keluarga melihat dengan putus asa.

“Kota saya telah hancur total. Kami memiliki anak-anak yang meninggal. Ini seperti Hiroshima, separuh kota sudah tidak ada lagi,” ujar Wali Kota Petrinja Darinko Dumbovic.

Setelah Selasa siang, regu penyelamat masih mencari korban yang terjebak reruntuhan bangunan.

Stasiun televisi N1 menayangkan rekaman penyelamatan di Petrinja. Seorang pria dan bocah diselamatkan hidup-hidup dari puing-puing.

Rekaman lain menunjukkan sebuah rumah yang atapnya ambruk. Reporter N1 mengatakan tidak tahu apakah ada orang di dalamnya.

Selain itu sebuah taman kanak-kanak juga hancur tapi tidak ada anak-anak di dalamnya saat gempa melanda.

Tumpukan batu, bata, dan ubin berserakan di jalan-jalan Petrinja setelah gempa. Mobil-mobil yang diparkir di jalan ikut hancur oleh puing-puing bangunan yang berjatuhan.

Seorang pekerja yang telah memperbaiki atap di sebuah desa di luar Petrinja mengatakan gempa membuatnya jatuh ke tanah. Sembilan dari 10 rumah di desa tersebut hancur, kata pekerja itu.

Marica Pavlovic, seorang warga, mengatakan gempa itu terasa “lebih buruk daripada perang.”

“Mengerikan, mengejutkan, Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan, apakah harus lari atau bersembunyi di suatu tempat.”

Lebih Kuat dari Sebelumnya

GFZ Jerman menyebutkan gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer yang berpusat di Petrinja, 50 kilometer selatan Zagreb. Gempa menghentak tepat setelah tengah hari waktu setempat.

Selain di ibu kota Zagreb, getarannya terasa hingga negara-negara tetangga di kawasan Balkan seperti Slovenia, Austria, Bosnia dan Herzegovina, Ceko, Jerman, Hongaria, Italia, Montenegro, Rumania, Serbia, dan Slovakia.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Krsko, yang dimiliki bersama oleh Slovenia dan Kroasia, ditutup sebagai tindakan pencegahan.

Di kota kedua Austria, Graz, sekitar 200 kilometer utara Petrinja, gedung-gedung tinggi bergoyang selama sekitar dua menit. Di provinsi Carinthia, sekitar 300 kilometer barat laut Petrinja, bumi bergetar selama beberapa menit.

Menurut Pusat Seismologi Eropa-Mediterania, gempa tersebut yang terbesar melanda Kroasia pada 2020.

Sehari sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 5,2 melanda Kroasia tengah, juga dekat Petrinja. Sementara Maret lalu, gempa berkekuatan 5,3 mengguncang Zagreb, menyebabkan satu kematian dan melukai 27 orang.

Pakar seismik Kresimir Kuk mengatakan energi yang dilepaskan gempa Petrinja 30 kali lebih kuat daripada gempa 22 Maret yang melanda Zagreb dan sekitarnya.

Sebagai negara Mediterania, Kroasia rawan gempa bumi tapi gempa besar jarang terjadi. Gempa terkuat terakhir terkuat terjadi pada 1990-an ketika kota Ston di Adriatik rusak parah oleh gempa berkekuatan 6,0.

Facebook Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *