Bunda, Jangan Tap Hape Ayah Lagi! Ini Alat untuk Membagi Jaringan WiFi dengan Mudah dan Efisien

Matikan dulu mode private hotspot, walaupun cara berbagi WiFi yang saya tunjukkan ini, semudah memakai fitur di smartphone, yang kerap Bunda lakukan. Cukup tap mobile hostpot, paket data HP Ayah bisa nyambung.

Alat untuk berbagi WiFi (Photo by Duman Photography on Unsplash)

Kayaknya, kebutuhan primer Gen Z sudah berubah menjadi sandang, pangan dan WiFi. Sebab, kebutuhan papan alias tempat tinggal makin ke sini makin tak terjangkau. Rumah subsidi memang meusipreuk alias bertebaran di mana-mana, tapi DePe-nya (bukan Dewi Persik) bisa bikin kantong nangis bombai.

Namun, banyak juga Gen Z yang tidak sepenuhnya paham cara membagi WiFi. Maaf, saya sedang tidak membahas tentang fitur hotspot pribadi, yang jamak ditemukan di hape-hape. Saya ajak Bunda naik kelas dikit (emangnya UMKM aja yang bisa) ke level cara membagi koneksi WiFi antara ruang dalam satu atap rumah, kamar kos, atau bilik-bilik kantor.

Jadi, matiin dulu mode private hostspot, walaupun cara berbagi WiFi yang bakal saya tunjukkan ini, juga semudah menggunakan fitur di smartphone itu, yang sudah sering Bunda (uhui) lakukan. Cukup tap ikon mobile hotspot, maka paket data HP Ayah (uhui lagi) bisa nyambung ke HP anak untuk bermain ep-ep atau nonton Pinkfong Baby Shark, doo-doo, doo-doo, doo-doo.

Namun, bila data wifi rumah, kos-kosan, apartemen dan kantor langganan internet dari ISP seperti IndieHome, Startlink, JSN, Jaringanku atau dari RT/RW Net ilegal, maka jangkauan sinyal WiFi dari router bawaan provider sangat terbatas.

Terkadang, sinyal WiFi dari penyedia layanan atau modem router rumah, tak dapat mencakup seluruh ruangan yang diinginkan. Biasanya, sinyal WiFi hanya bisa “mengembara” hingga radius 20 meter, itupun jika tidak terhalang dengan tembok.

Maka di sinilah peran penting tambahan alat untuk membagi jaringan WiFi sehingga bisa tersebar ke suluruh sudut ruangan dan wilayah yang diinginkan. Solusinya bagaimana? Mau tak mau untuk menyebar WiFi lebih luas lagi, wajib pakai alat tambahan untuk membagi koneksinya.

Di jagad toko digital, alat tambahan yang saya maksud itu banyak sekali; beragam dalam berbagai model. Bila ditelisik satu per satu, seenggaknya bakal pusing lima keliling (gak sampe tujuh). Karena itu, saya berbaik hati untuk mengulas beberapa alat terbaik yang bisa Bunda pilih untuk membagi jaringan WiFi dengan mudah dan efisien.

Sebelum kita ulas daftar alat yang direkomendasikan, penting untuk Bunda ketahui dan pahami terlebih dahulu mengapa alat membagi jaringan WiFi itu penting. Berikut beberapa alasan utama yang sering dibutuhkan di lapangan oleh anak IT atau teknisi jaringan:

  1. Optimasi Bandwitch => Sharing jaringan WiFi membantu mendistribusikan bandwidth secara merata, sehingga semua perangkat mendapatkan koneksi yang stabil di sudut ruangan manapun.
  2. Keamanan => Dengan membagi jaringan, Bunda dapat memisahkan jaringan WiFi untuk kebutuhan pribadi, tamu, berbagi ke tetangga satu grup arisan, atau untuk perangkat IoT alias Internet of Think, seperti CCTV, lampu WiFi dan alat elektronik lain yang nyambung ke WiFi.
  3. Manajemen Data => Dengan tambahan alat berbagi WiFI, Bunda dapat mengatur prioritas WiFi untuk perangkat tertentu, misalnya memberikan akses WiFi khusus ruangan bekerja, belajar online dan bermain game.
Router Standar vs Mesh WiFi (Photo by TechieTech Tech on Unsplash)
Router Standar vs Mesh WiFi. (Photo by TechieTech Tech on Unsplash)

Apa Saja Alat Pembagi Jaringan Internet?

Berikut ini baru kita bahas alat terbaik untuk berbagi jaringan WiFi berdasarkan pengalaman saya dan beberapa alat terbaru yang belum sempat dicoba.

1. Router WiFi

Router merupakan alat yang paling umum digunakan untuk membagi jaringan WiFi. Fungsinya untuk menerima sinyal internet dari modem. Lalu, menyebarluaskan sinyal WiFi ke perangkat lain seperti laptop, smartphone, tablet, dan perangkat pintar lainnya.

Router WiFi berbeda dengan modem router; perangkat standar yang dikasih gratis oleh provider saat pertama sekali pemasangan internet ke rumah. Di dalam sebuah modem router, biasanya sudah terkandung atau built-in modem dan router WiFi. Perangkat bundle dari provider, sinyal WiFI-nya terbatas dan lemah.

Router Dual Band dan Tri Band

Selain router standar, ada juga router dual band dan tri band untuk membagi jaringan WiFi. Router ini mempunyai dua atau tiga saluran frekuensi yang berbeda. Sehingga, memungkinkan Bunda mengatur koneksi ke WiFI ke saluran berbeda untuk mengurangi kemacetan.

Router dual band dalam satu perangkat router mampu mengoperasikan dua frekuensi nirkabel berbeda, yaitu 2.4 GHz dan 5 GHz. Frekuensi 2.4 GHz biasanya lebih rame karena banyak perangkat menggunakan frekuensi ini tapi jangkauannya lebih luas.. Contohnya, microwave, telepon seluler, perangkat Bluetooth dan IoT. Sedangkan frekuensi 5 GHz cenderung kurang rame walaupun menawarkan kecepatan lebih tinggi karena jangkauannya lebih terbatas.

Adapun Router tri band adalah perangkat jaringan yang lebih canggih ketimbang dual band karena mampu mengoperasikan tiga frekuensi nirkabel yang berbeda sekaligus. Frekuensi ini biasanya terdiri dari satu band 2.4 GHz dan dua band 5 GHz.

Nah, sekarang muncul lagi teknologi WiFi 6 atau IEEE 802.11ax. Oya, jangan salah diartikan perangkat WiFi 6 akan berjalan di 6 Ghz. WiFi 6 tetap beroperasi di jaringan pita 2,4 GHz dan 5 GHz. Hanya saja, peningkatan kemampuan transfer data bisa lebih ditingkatkan lagi.

Contoh alat untuk membagi jaringan WiFi router* :

  • Tenda N301 N300 3 in 1 Wireless Router/ Access Point/ Extender Wifi
  • Tenda F3 Wireless Router+Extender+Access Point Wifi Repeater New FH303
  • MikroTik RB952ui 5ac2nd-tc
  • Tp-Link Archer C64 AC1200 Dual-Band Wi-Fi Router TpLink Archer C 64
  • Ruijie RG-M18 1800M Wi-Fi 6 Dual-band Gigabit Mesh Router

2. Access Point

Access point adalah perangkat perantara yang terhubung ke router utama dan memperluas jangkauan jaringan WiFi sehingga user tetap dapat mengakses WiFi walaupun sudah keluar dari ruangan. Lalu, apa bedanya dengan router, dong?

Begini Bunda, router memiliki fungsi manajemen jaringan yang meliputi pengaturan IP, DHCP, firewall, dan fitur lain seperti mengganti kata sandi WiFi. Sementara itu, wireless access point hanya berfungsi untuk memperluas jaringan WiFi dari router, tanpa kemampuan manajemen jaringan yang kompleks.

Contoh alat untuk membagi jaringan WiFi dengan access point*:

Indoor:

  • Tenda F3 Wireless Router+Extender+Access Point Wifi Repeater New FH303
  • TP-LINK EAP110 Wireless N Ceiling Mount Access Point 300Mbps Indoor
  • Mikrotik cAP ax cAPGi-5HaxD2HaxD WiFi 6 Access Point
  • Ubiquiti Unifi AC Lite / UAP AC LITE

Outdoor:

  • TP-LINK 2.4GHz 300Mbps Access Point Outdoor CPE220 / CPE 220 / CPE-220
  • TENDA O3 Outdoor AP Access Point To Point 2.4Ghz CPE Router Extender
  • Mikrotik SXTsq-5nD | SXTsq Lite5
  • Mikrotik cAP ax cAPGi-5HaxD2HaxD WiFi 6 Access Point
  • Ubiquiti UniFi AP

3. WiFi Mesh

Sistem WiFi mesh ibarat unit-unit dari sebuah regu pasukan tempur. Unit-unit ini saling bekerja bersama untuk menciptakan jaringan WiFi yang kuat dan merata di seluruh area. Setiap unit mesh dapat berfungsi sebagai router dan access point, sehingga memudahkan pembagian jaringan.

Contoh alat untuk membagi jaringan WiFi dengan WiFi Mesh*:

  • Tp-link Deco E4 1pack /2pack/ 3pack Whole Home Mesh Wifi System router
  • Mesh WiFi Router TP Link ARCHER A6 AC1200 MU-MIMO – TPLink A6 AC 1200
  • Ubiquiti UAP-AC-MESH Unifi AC Mesh
  • Tp-Link Deco M5 AC1300 1Pack Whole Home Mesh WiFi System

4. WiFi Extender

Jika area yang ingin dibagi koneksi internetnya terlalu luas untuk dijangkau oleh router, Bunda dapat menggunakan repeater WiFi. Alat ini fungsinya menangkap sinyal WiFi dari router utama dan memancarkannya kembali untuk memperluas jangkauan. Repeater WiFi sangat berguna jika Bunda memiliki rumah atau kantor dengan beberapa ruangan yang terpisah, atau jika ada area mati di mana sinyal WiFi lemah. Meskipun tidak seefektif dan secanggih access point, WiFi extender salah satu solusi ekonomis untuk memperluas jaringan.

Contoh alat untuk membagi jaringan WiFi Extender*:

  • Xiaomi Wifi Extender Pro Repeater Amplifier 300Mbps
  • TP-LINK RE305 Range Extender
  • D-Link E15 EAGLE PRO AI WIFI-6 AX Mesh Gigabyte Range Extender
  • Mercusys MW300RE WiFi extender 300Mbps
Router MikroTik dapat melakukan manajemen bandwidth Breedie
Router MikroTik dengan fitur manajemen bandwidth. (Foto Breedie/Fauzan)

Tips Memilih Alat yang Tepat

Bunda, memilih alat yang tepat untuk membagi jaringan WiFi tergantung pada beberapa faktor:

  • Ukuran Area: Untuk rumah besar, kos-kosan, apartemen, kantor atau ballroom hotel, sistem mesh atau beberapa access point mungkin lebih efektif.
  • Jumlah Perangkat: Jika banyak perangkat yang terhubung, router tri band atau dual band dengan kemampuan manajemen bandwidth yang baik akan sangat membantu Bunda.
  • Biaya: WiFi extender menjadi pilihan yang lebih terjangkau kantong Bunda, dibandingkan sistem mesh atau access point.

Kesimpulan

Jadi Bunda, apapun kebutuhan alat berbagi WiFi, sesuaikan dengan kebutuhan terutama bujet. Kalau Bunda sekadar menyebar koneksi WiFi rumah ke lantai dua misalnya, bisa menggunakan router 3 in 1, dalam satu perangkat sudah built-in Wireless Router, Access Point, Extender Wifi.

Atau, kalau Bunda mau membagi jaringan WiFi hingga ke luar rumah, ke taman misalnya, bagusnya menggunakan alat berbagi WiFi seperti outdoor access point. Untuk radius pancaran sinyal berbagi WiFi dari alat outdoor access point, bisanya mencapai hingga 1 kilometer.

Sementara, untuk kebutuhan WiFi dalam ruangan yang mementingkan estetika desain ruangan, sebaiknya Bunda memilih alat berbagi WiFi model ceiling mounting. Nah, kalau mau alat untuk membagi jaringan WiFi yang paling lengkap dan paling sakti dengan berbagai seperti fitur manajemen bandwitch, load balancing, setup hotspot dan lain lain bisa menggunakan perangkat seperti router MikroTIK. Salah satunya bisa pinang MikroTik RB952ui yang maharnya setara cicilan mio, begitu juga dengan tutotial cara setting MikroTIK dengan Winbox.

Jika Bunda tidak suka dengan produk MikroTIK karena ribet cara aturnya, alternatif lain bisa menggunakan perangkat pendatang baru seperti Ruijie RG-EG 105GW. Mudah-mudahan, setelah Bunda membaca artikel ini, jari jemari lentik Bunda tidak nyosor tap-tap layar HP Ayah.

*) Listing produk diurutkan berdasakan produk paling laris terjual di Marketplace.

Facebook Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *